Senin, 06 Mei 2013

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Keberadaan visi sangat penting bagi setiap organisasi yang ingin mewujudkan organisasi yang efektif dan kompetitif. Kekuatan kepemimpinan menghasilkan berbagai kebijakan dan operasionalisasi kerja yang dibimbing oleh visi organisasi.
Sebuah visi memiliki gambaran yang jelas, menawarkan suatu cara yang inovatif untuk memperbaiki, mendorong adanya tindakan-tindakan yang mungkin dilakukan untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik. Kemampuan seorang kepala sekolah dalam merumuskan visi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengalaman kerja, pendidikan, pengalaman profesional, interaksi dan berbagai bentuk intelektual lainnya yang membentuk pola pikir.
Seorang kepala sekolah memiliki tugas utama untuk mencipta, memelihara, mengembangkan, mengkomunikasikan dan menyegarkan visi agar tetap memiliki kemampuan untuk memberikan respon yang tepat dan cepat terhadap berbagai permasalahan dan tuntutan yang dihadapi sekolah.
Susanto (2007:5) mengatakan bahwa tugas seorang pemimpin adalah pembuat program visioning yang mampu mengutarakan visi dan misinya. Di era globalisasi seperti saat ini segala sesuatunya dapat berubah dengan cepat, dan semua itu dapat berpengaruh terhadap perkembangan sebuah organisasi. Di era globalisasi seperti inilah dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu berpikir jauh kedepan, seorang pemimpin yang mampu mengatasi dan mangantisipasi segala perubahan dan perkembangan zaman.
Organisasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengembangkan organisasinya dengan baik sampai kemasa yang akan datang, melampaui usia zamannya. Untuk menjawab semua ini maka dibutuhkan seorang peimpin yang visioner (Visionary leadership) sebagai sebuah syarat untuk menjadi pemimpin yang mampu bertahan sesuai dengan perkembangan zaman.
Berdasarkan kajian diatas, jabatan kepala sekolah memerlukan orang-orang yang mampu memimpin sekolah dan profesional dalam bidang pendidikan. Namun kenyataannya di lapangan membuktikan bahwa tidak semua kepala sekolah memiliki jiwa kepemimpinan yang visioner, sehingga roda pendidikan dibiarkan berjalan secara tradisional.
kepala sekolah yang tidak visioner tidak dapat menghadapi tantangan yang datang, sehingga banyak sekolah yang akreditasi nya semakin menurun karena tidak dapat bersaing dengan kepala sekolah yang visioner.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah di kemukakan di atas, maka penulis secara umum akan membahas tentang “Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah
Permasalahan tersebut di atas dibahas lagi secara khusus mengenai:
1.        Bagaimana strategi pengembangan kualitas Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan?
2.        Bagaimana Kualifikasi dan kompetensi kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan?
3.        Bagaimana karakteristik kepemimpinan visioner kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan?

C.      Tujuan
Secara umum, penyusunan makalah ini adalah untuk pemahaman tentang Kepemimpinan Visioner, dan secara khusus tujuan penulisan makalah ini adalah untuk:
1.        Bagaimana strategi pengembangan kualitas Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan?
2.        Bagaimana Kualifikasi dan kompetensi kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan?
3.        Bagaimana karakteristik kepemimpinan visioner kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan?

D.      Manfaat
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada para pemimpin.Secara praktis, hasil penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai berikut:
1.        Sebagai pedoman bagi para kepala sekolah
2.        Untuk meningkatkan keterampilan kepala sekolah.
3.        Menambah wawasan penulis tentang kepemimpinan visioner
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.      Pengertian Kepemimpinan Visioner
Set Kahan (2002:56), menjelaskan bahawa kepemimpinan visioner melibatkan kesanggupan, kemampuan, kepiwaian yang luar biasa untuk menawarkan kesuksesan dan kejayaan dimasa depan. Seorang pemimpin yang visioner mampu mengantisipasi segala seautu yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang dengan menggunakan cara-cara yang tepat. Hal ini berarti seorang pemimpin visioner  mampu melihat tantangan dan peluang sebelum keduanya terjadi dan kemudian memposisikan organisasinya diantara tantangan dan peluang tersebut sehingga mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Corinne McLaughlin (2001:47) mendefenisikan pemimpin yang visioner adalah orang-orang yang mampu membangun fajar baru bekerja dengan intuisi dan imajinasi,dan penghayatan. Mereka menghadirkan tantangan sebagai upaya memberikan yang terbaik untuk organisasi dan menjadikannya sebagai sesuatu yang menggugah untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang mampu mengembangkan intuisi, imajinasi dan kreativitasnya untuk mengembangkan kreatifitas untuk mengembangkan organisasi, memiliki kemampuan untuk memimpin menjalankan misi organisasinya melalui serangkaian kebijakan-kebijakan dan tindakan yang visioner untuk menghadapi perubahan dan tantangan yang akan dihadapi secara efesien dan efektif.

B.       Pengertian Kepala Sekolah
Sebagai pemimpin di sekolah kepala sekolah adalah seorang yang menentukan pusat dan irama suatu sekolah. Disamping itu kepala sekolah juga merupakan suatu kekuatan yang efektif di dalam pengelolaan sekolah, yang mana kepala sekolah berperan dan bertanggung  jawab dalam menghadapi perubahan. Kualitas seorang kepala sekolah sangat menentukan keberhasilan sekolah atau dengan kata lain maju mundurnya sebuah sekolah tergantung pada kepala sekolah
Menurut Soewardji Lazaruth (1984:60) kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan besar dalam mengembangkan mutu pendidikan sekolah.  M daryanto (1998:80) menyatakan bahwa kepala sekolah adalah personel sekolah yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan sekolah. Sementara itu Wahjo Sumidjo (1999:83) mendefenisikan kepala sekolah adalah seorang tenaga fingsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan pembelajaran atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan peserta didik yang menerima pelajaran.
Dari beberapa pengertian kepala sekolah yang telah disampaikan, penulis mengambil kesimpulan bahwa kepala sekolah adalah suatu kemampuan dan proses mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir dan menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran.

BAB III
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH

Visi yang akan menjadi daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalu integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut. Seorang pemimpin visioner adalah seorang pemimpin yang responsive, artinya pemimpin seperti ini selalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan dan impian dari mereka yang dipimpinnya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permaslahan ataupun tantangan yang dihadapi organiisasinya.

A.      Karakteristik Pemimpin Visioner
Kepemimpinan visioner memiliki ciri-ciri yang menggambarkan segala sikap dan perilakunya yang menunjukkan kepemimpinannya yang berorientasi kepada pencapain visi, jauh memandang kedepan dan terbiasa menghadapi segala tantanngan dan resiko. Ada beberapa karakteristik kepemimpinan visioner, yaitu:
1.        Berwawasan kemasa depan, bertindak sebagai motivator, berorientasi pada the best performance untuk pemberdayaan, kesanggupan untuk memberikan arahan konkrit yang sistematis
2.        Berani bertindak dalam meraih tujuan, penuh percaya diri, tidak peragu dan selalu siap menghadapi resiko. Pada saat yang bersamaan, pemimpin visoner juga menunjukkan perhitungan yang cermat, teliti dan akurat. Memandang sumber daya, terutama sumber daya manusia sebagai asset yang sangat berharga dan memberikan perhatian dan perlindungan yang baik terhadap mereka.
3.        Mampu menggalang orang lain untuk kerja keras dan kerjasama dalam menggapai tujuan, menjadi model (teladan) yang secara konsisten menunjukkan nilai nilai kepemimpinannya, memberikan umpan balik positif, selalui mengahargai kerja keras dan prestasi yang ditunjukkan oleh siapapun yang telah memberi kontribusi.
4.        Mampu merumuskan visi yang jelas, inspirasional dan menggugah, mengelola mimpi menjadi kenyataan, mengajak orang lain berubah, bergerak, memberi inspirasi, memotivasi orang lain untuk bekerja lebih kreatif dan bekerja lebih keras untuk mendapatkan situasi dan kondisi yang lebih baik.
5.        Mampu mengubah visi kedalam aksi, menjelaskan dengan baik maksud visi kepada orang lian, dan secara pribadi sangat teguh terhadap visi tersebut.
6.        Berpegang erat pada nilai nilai yang diyakininnya. Memiliki integritas kepribadian yang kuat, memancarkan energi, vitalitas dan kemauan yang membara untuk selalu berdiri pada posisi yang segaris dengan nilai nilai spiritual. Menjadi orang yang terdepan dan pertama dalam menerapkan nilai nilai luhur.
7.        Membangun hubungan secara efektif, memberi penghargaan dan respek.
8.        Innovative dan proaktif dalam menemukan hal baru.

Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri 2 Sibuhuan (SDN 2 Sibuhuan) sudah memenuhi karakteristik sebagai seorang pemimpin visioner hal ini terbukti dengan wawasan yang dimiliki oleh kepala SDN 2 Sibuhuan selalu berwawasan kedepan untuk kemajuan sekolah dan sanggup sebagai motivator dan memberdayakan seluruh tenaga pendidik yang ada disekolah. Dalam kehidupan sehari hari setiap akhir bulan diadakan rapat evaluasi bulanan untuk melihat kemajuan perkembangan siswa dan sekolah. Pada rapat bulanan ini kepala SDN 2 Sibuhuan selalu memberi motivasi kepada guru untuk selalu semangat dalam memperbaiki kekurangan-kekuranngan yang dialami selama satu bulan terakhir.
Kepala SDN 2 Sibuhuan mampu menggalang para guru untuk meraih tujuan yang telah ditetapkan sebagi visi dan misi sekolah. Penggalangan guru ini dapat terlihat dari keberanian kepala SDN 2 Sibuhuan mengubah visi dan misi yang telah ditetapkan terhadap setiap tindakan disekolah. Dalam aksi untuk mencapai tujuan kepala SDN 2 Sibuhuan tetap berpegang teguh kepada nilai nilai yang diyakininya.Hal ini sejalan dengan ciri ciri seorang pemimpin yang visioner yaitu mampu mengubah visi terhadap aksi.

B.       Strategi Tindakan Kepemimpinan Visioner
Frank martielly (2007) menguraikan 5 strategi menjadi pemimpin visioner yaitu:
1.        Fokus Kepada Tujuan Organisasi
Seluruh tindakan dan pengambilan keputusan harus diarahkan kepada semata-mata upaya pencapaian tujuan organisasi. Hal ini dilakukan guna menghindari segala kecenderungan dan godaan penyitaan energi dan pemborosan sumber daya kepada hal-hal kecil dan tidak prinsip yang mungkin muncul. Untuk menjaga agar semua rencana aksi fokus kepada tujuan organisasi, memerlukan kekompakan dan pemeliharaan hubungan antara pimpinan dan sluruh bawahan.
2.        Membuat Rencana Jangka Panjang
Perumusan jangka panjang akan menuntun kepada langkah yang jelas sampai lima atau sepuluh tahun kedepan, siapa-siapa yang akan memimpin dan bertanggung jawab dalam pencapaian tersebut. Kompetensi kepemimpinan yang bagaimana yang diperlukan, lalu bagaimana desain pengembangan kepemimpinannya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini perlu membentuk semacam komite yang ditugaskan untuk menyiapkan langkah-langkah strategis pencapaian tujuan jagka panjang, yang lingkup tugasnya antara lain, melakukan rekrutmen, seleksi, orientasi, pelatihan, performance, asessment dan penetapan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
3.        Mengembangkan Visi Bagi Masa Depan Organisasi
 Kunci perumusan visi adalah menjawab pertanyaaan apabila kita menginginkan dan bermimpi akan seperti dan menjadi apa organisasi ki kelak dikemudian hari?. Begitu rumusan visi telah dibuat, maka seharusnya visi tersebut akan menjadi inspirasi bagi seluruh aktivitas organisasi, baik dalam rapat-rapat, dalam perbincangan, dalam menghadapi segala tantangan dan peluang dalam arena kerja.
4.        Selalu Berada Dalam Kondisi Siap Dan Dinamis Untuk Perubahan
 Selalu siap berubah dengan cepat akan terbantu dengan menyajikan informasi informasi mutakhir tentang segala perubahan yang terjadi di luar organisasi yang berpotensi berdampak kepada organisasi tiga sampai lima tahun kedepan. Dorong dan fasilitasi anggota organisasi untuk membaca, mendengar dan mencari tahu segala hal yang terkait dengan kejadian-kejadian dan berita yang relevan dengan tuntutan perubahan.
5.        Selalu Mengetahui Perubahan Kebutuhan Konstituen/ Pelanggan
Keinginan dan kebutuhan pelanggan seringkali mengalami perubahan. Oleh karena itu seharusnya organisasi menyediakan informasi-informasi aktual yang tekait dengan hal ini.
C.      Pemimpin Pendidikan
Guru, wali kelas, kepala sekolah, pengawas, kepala kantor bidang pendidikan pada semua tingkatan, semua tenaga edukatif pada kantor dinas kepala direktorat dalam lingkungan direktorat jenderal pendidikan, ketua jurusan, dekan, rektor dan pembantu-pembantunya pada sekolah tinggi, akademi, institut dan universitas, ahli-ahli ilmu pendidikan dan masih banyak lagi, merupakan pemimpin-pemimpin pendidikan. Pada pokoknya setiap orang yang memiliki kelebihan dalama kemampuan dan pribadinya, dan dengan kelebihannya itu dapat mempengaruhi, mengajak, membimbing, mendorong, menggerakkan dan mengkoordinasikan staf pendidikan lainnya ke arah peningkatan atau perbaikan mutu pendidikan dan pengajaran, maka ia telah melaksanakan fungsi kepemimpinan pendidikan, dan ia tergolong sebagai pemimpin pendidikan.
Dengan demikian maka pemimpin pendidikan itu dapat berstatus pemimpin resmi yang biasa disebut “status leader” atau “formal leader”, atau “functional leader”. Kepemimpinan resmi dimiliki oleh mereka yang menduduki posisi dalam struktur organisasi pendidikan, baik secara resmi oleh pihak atasan atau yang berwenang maupun karena dipilih secara resmi menjadi pemimpin oleh anggota staf pelaksana pendidikan di mana ia bekerja. Misalnya Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan adalah termasuk kategori pemimpin resmi dan memiliki kepemimpinan resmi dilihat dari segi posisi dan sistem pengangkatan.
Kepemimpinan tidak resmi bisa dimiliki oleh mereka yang mempengaruhi, memberi tauladan, dan mendorong ke arah perbaikan kualitas kerja petugas-petugas penyelenggara  pendidikan dan pengajaran, meskipun di dalam hierarki sturktur organisasi pendidikan mungkin ia tidak menduduki posisi pemimpin. Kemampuannya itu semata-mata berasal dari kelebihan tertentu yang ada pada pribadinya, dan bukan karena ia menduduki posisi pemimpin, baik karena pengangkatan dari pihak yang berwenang maupun karena dipilih secara resmi oleh kalangan kelompok kerja.
Seorang kepala sekolah atau seorang kepala dinas pendidikan sebagai “status leader” atau “formal leader”, lebih disegani, lebih ditaati petunjuk-petunjuk atau perintah-perintahnya oleh murid-muridnya atau anggota staffnya, mungkin semata-mata karena kedudukannya yang resmi sebagai pemimpin, karena kekuasaan resmi yang ia miliki sebagai pemimpin resmi


D.      Kepala Sekolah Sebagai Pemimpinan Pendidikan
Fungsi utama kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan ialah menciptakan situasi belajar mengajar sehingga guru-guru dapat mengajar dan murid-murid dapat belajar dengan baik. Dalam melaksanakan fungsi tersebut, kepala skeolah memiliki tanggungjawab ganda yaitu melaksanakan administrasi sekolah sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang baik, dan melaksanakan supervisi sehingga kemampuan guru-guru meningkat dalam membimbing pertumbuhan murid-muridnya.
Sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah menghadapi tantangan yang berat, untuk itu ia harus memiliki persiapanyang memadai. Karena banyaknya tanggungjawab maka kepala sekolah memerlukan pembantu. Ia hendaknya belajar bagaimana mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab sehingga ia dapat memusatkan perhatiannya pada usaha pembinaan program pengajaran.
Pekerjaan pemimpin pendidikan ialah menstimulir dan membimbing pertumbuhan guru-guru berkesinambungan sehingga mereka mampu menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perkembangan situasi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan, harus mampu mengelola sarana dan prasarana pendidikan, pelayanan khusus sekolah dan fasilitas-fasilitas pendidikan lainnya sedemikian rupa sehingga guru-guru dan murid-murid memperolah kepuasan dalam melaksanakan tugasnya.
Sebagai pemimpin pendidikan, Kepala Sekolah bertanggungjawab atas pertumbuhan guru-guru secara berkesinambungan, ia harus mampu membantu guru-guru mengenal kebutuhan masyarakat, membantu guru membina kurikulum sesuai dengan minat, kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Ia harus mampu menstikulir guru-guru untuk mengembangkan metode dan prosedur pengajaran. Ia harus mampu membantu guru-guru mengevaluasi program pendidikan dan hasil belajar murid, ia harus mampu juga menilai sifat dan kemampuan guru, sehingga Kepala Sekolah dapat membantu meningkatkan kemampuan guru. Untuk dapat melaksanakan tanggungjawab tersebut di atas, kepala sekolah harus memiliki pendidikan dan pengalaman yang diperlukan bagi seorang pemimpin pendidikan. 

E.       Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah
Kepala sekolah merupakan posisi yang sangat penting dalam suatu sekolah. Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi di dalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan. Sedang bersifat unik karena sekolah memiliki karakter sendiri, dimana terjadi proses belajar mengajar, tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan manusia. Karena sifatnya yang kompleks dan unik tersebut, sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi.
Secara sederhana kepala sekolah dapat didefenisikan sebagai seseorang tenaga fungsional guru yang diberikan tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadinya interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala sekolah dilukiskan sebagai seorang yang memiliki harapan tinggi bagi para guru dan para siswa. Kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugas-tugas mereka dan mereka yang menentukan irama bagi sekolah yang dipimpinnya.
Rumusan tersebut menunjukkan pentingnya peranan kepala sekolah dalam menggerakkan kehidupan sekolah guna mencapai tujuan. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. kepala sekolah yang berhasil adalah Kepala sekolah yang memahami keberadaan sekolah  sebagai organisasi kompleks yang unik, serta mampu melaksanakan perannya dalam memimpin sekolah.
1.        Kualitas Kepala Sekolah Yang Visioner
Setiap jabatan menggambarkan status yang diemban pemegangnya. Status itu pada gilirannya, menunjukkan peran yang harus dilakukan pejabatnya. Peran utama yang harus dilakukan seorang kepala sekolah adalah peran sebagi pemimpin pendidikan. Kepemimpinan pendidikan berdasar pada kualitas tertentu yang harus dimiliki kepala sekolah untuk dapat mengemban tannggung jawabnya secara berhasil.
Kepala sekolah harus tahu persis apa yang ingin dicapainya (visi) dan bagaimana mencapainya (misi). Kepala sekolah yang visioner sangat memahami pentingnya mengajak semua pihak terkait dalam sekolah yang dipimpinnya untuk bersama-sama mewujudkan visi yang telah dirumuskan bersama. Implikasi sifat visioner, kepala sekolah harus memiliki sejumlah kompetensi untuk melaksanakan misi guna mewujudkan visi itu, dan selanjutnya kepala sekolah juga harus memiliki sejumlah karakter tertentu yang menunjukkan integritasnya.
Kualitas kepala SDN 2 Sibuhuan sanngat baik, hal ini dibuktikan dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki oleh kepala SDN 2 Sibuhuan yaitu seorang sarjana pendidikan.  Kepala SDN 2 Sibuhuan ketika pertama kali menjabat sebagai kepala sekolah adalah merubah visi dan misi sekolah, dalam pembuatan visi dan misi ini kepala SDN 2 sibuhuan guru dan pihak komite sekolah ikut serta dalam menentukan visi dan misi sekolah untuk meningkatkan kulaitas sekolah.
Visi dan misi yang telah dirumuskan bersama guru dan komite sekolah kemudian disosialisasikan kepada orang tua siswa melalui rapat. Untk pencapaian visi dan misi ini kepala sekolah mengajak seluruh orang tua siswa untuk bekerja sama dalam hal mewujudkan visi dan misi sekolah yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan sekolah yang tertuang dalam visi dan misi tersebut.
2.        Visi dan Misi
Kepala sekolah yang bertanggung jawab berusaha mengetahui visi sekolahnya. Jika belum ada, mereka akan berusaha merumuskan visi dengan melibatkan semua pihak yang memiliki kepentingan terhadap sekolah. visi yang telah dirumuskan tersebut nantinya akan disosialisasikan sehingga menjadi cita-cita bersama, dan selanjutnya berusaha bersama-sama menggalang komitmen untuk mewujudkan visi itu.
3.        Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan yang diperlihatkan seseorang ketika melakukan sesuatu. Memahami visi dan misi serta memiliki integritas yang baik saja belum cukup bagi seorang kepala sekolah yang ingin berhasil.
Ada beberapa kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah SDN 2 Sibuhuan yaitu:
a)         Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah.
b)        Membantu, membina dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan staf.
c)         Menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efesien dan efektif.
d)        Bekerjasama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat, menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat
e)         memberi contoh teladan tindakan integritas
f)         memahami, menanggapi, dan mempengaruhi lingkungan politik, sosial, ekonomi dan budaya yang lebih luas.


4.    Integritas
Integritas adalah ketaatan pada nilai-nilai moral dan etika yang diyakini seseorang dan membentuk perilakunya sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat. ada sejumlah ciri yang menggambarkan integritas kepala sekolah yaitu dapat dipercaya, konsisten, komit, bertanggung jawab, dan secara emosional terkendali































BAB IV
KESIMPULAN

Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam prose penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar pengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. Maka pemimpin harus memiliki wawasan dan kemauan dalam melaksanakan gaya kepemimpinan.
Kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya mnjalankan misi agar dapat mendekati visi yang telah ditentukan. Kepemimpinan visioner memahami wawasan jauh kedepan dan memiliki kemampuan membawa organisasi yang dipimpinnya berkembang dan mampu menghadapi segala tantangan zaman
Sejalan dengan hal tersebut kepemimpin kepela SDN 2 Sibuhan dapat dikategorikan sebagai kepala sekolah yang visioner. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek antara lain kualitas kepala sekolah, visi dan misi sekolah, kompetensi dan integritas kepala SDN 2 Sibuhuan.
Lembaga sekolah memerlukan pemimpin yang visioner, yaitu kepala sekolah yang berorintasi pada upaya pencapaian visi  yang telah ditetapkan dengan mengajak seluruh pihak untuk secara efektif menggapainya melalui berbagai program dan kegiatan yang produktif






DAFTAR PUSTAKA

Lazaruth, Soewardji.1984. Kepala Sekolah dan Tannggung Jawabnya. Yogyakarta: Karisius.

Mar’at. 1985. Pemimpin Dan Kepemimpinan. Jakarta: Ghalia. Indonesia

Mulyasa, E. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Rosda Karya

Wahjosumidjo. 1982. Kepemimpinan. Jakarta: Departemen P&K. Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai


www. Scribd.com/mobile:








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar